23.30 wib aku terbangun, pertandingan kali ini membuat aku terjaga dalam tidurku. Seakan mendapat amonisi baru, aku mencoba untuk menata diri. Menyiapkan peralatan tempurku, air mineral dan sekantung cemilan bersiap menemani. Selimut loreng masih melekat pada tubuh karena rupanya malam ini cukup dingin.
Masih lama, tapi tak apalah toh aku akan setia menunggu Ozil dan kawan-kawan berlaga. Jerman memang team yang kuat, tanggung dan mereka pasti akan masuk babak semifinal dalam setiap pertandingan. Walaupun terdiri dari para pemain muda tetapi semangat anak asuh Low tak akan mengecewakan. Masih jelas Argentina dibuat kocar-kacir dan di paksa menyerah dengan 4 gol tanpa balas. Tak ada kesombongan, walau secara pribadi ini dendam Muller terbalaskan terhadap Maradona, dedengkot Team Tango yang pernah mengaggap Muller sebagai pengambil bola di lapangan. Betapa menyesalnya mungkin Maradona atau mungkin dia sudah menduga Muller akan bisa secermelang Messi.
Ahkirnya, tiba juga pertandingan ini. Team Matador yang juga di unggulkan dengan semangat memasuki lapangan, tapi fokusku hanya pada der panzer...babak pertama yang menegangkan, tetapi kenapa ada sesuatu yang hilang. Muller ada di bangku penonton, tapi ozil tetap ada begitu juga Podolski dan Close. Hampir 45 menit pertandingan tetapi kedua tim belum juga berhasil mencetak gol. Dan aku mulai merasa khawatir, dimana permainan Jerman kenapa dari tadi Spanyol terus-menerus membombradir prtahanan Panzer. Untung sang kiper berhasil berkali-kali menggagalkannya. Ada kecemasan, karena David Viella dkk sedang memiliki permainan yang bagus tak bisa aku memungkirinya. Turun minum...
dan babak k-2 dimulailah, dan belum juga mencetak gol dan ketika tiba-tiba puyol menyundul bola dari umpan tendangan pojok maka berakhirlah harapan para panzer mania. Walaupun belum habis waktu, tetapi sangat sulit untuk melakukan serangan balik. Permainan para pemain jerman benar2 dikunci kali ini oleh para Matador Spanyol. Peluit panjang telah berbunyi hanya air mata yang keluar...walau tak bisa secara langsung mengakui kehebatan Spanyol. Jerman harus bersabar untuk memboyong piala dunia di tahun 2014 nanti. Dan semoga Ozil akan lebih bagus lagi dalam setiap pertandingan. Para der panzer mania tetap setia ya.....1:0 yang menyakitkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar